Home
Kick Off Pencairan Tahap IV Bantuan PKH se Indonesia di Sragen
KPM Mandiri bersalaman dengan Menteri Sosial

Kick Off Pencairan Tahap IV Bantuan PKH se Indonesia di Sragen

menteri sosial di sragen kick off pencairan tahap 4 di sragen

Kick Off Pencairan Tahap IV Bantuan PKH se-Indonesia di Sragen oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa

PKHSRAGEN.COM, Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, memantau langsung kick off penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-4 secara nasional, yang diawali dari Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

“Tahap keempat ini adalah tahap terakhir. Sebelumnya tahap pertama cair bulan Februari, tahap kedua cair bulan Mei, dan tahap ketiga pada Agustus. Maka pencairan pada bulan Nopember ini menggenapkan total bantuan sosial PKH sebesar Rp1.890.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” kata Khofifah kepada wartawan usai meninjau proses pencairan bansos di halaman kantor Kelurahan Jetis, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Target kami November tuntas. Artinya pencairan serentak sepanjang Nopember ini mampu menyelesaikan semua titik di Indonesia. Saya optimis  ini bisa dilakukan  mengingat teknologi perbankan cukup mumpuni,” tutur Khofifah.

KPM Mandiri bersalaman dengan Menteri Sosial

Ibu Kabid Banjamsos Dinas Sosial dr. Finuril hidayati, M.P.H (kiri) bersalaman dengan Menteri Sosial bersama Ibu Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kanan)

Pada hari ini diserahkan bantuan PKH kepada 500 KK, yang terdapat 3 kecamatan di Kabupaten Sragen yaitu Kecamatan Kalijambe sebanyak 494 KK, Kecamatan Plupuh sebanyak 1 KK, Kecamatan Masaran sebanyak 5 KK.

Pencairan bantuan PKH di Kabupaten Sragen diberikan kepada 23.013 keluarga dengan total anggaran sebesar Rp 43,49 Miliar.

Dalam Sambutannya Menteri Sosial mengatakan, “Kalau sekarang se Indonesia yang menerima PKH sebanyak 6 juta orang, tahun depan akan tingkatkan menjadi 10 juta orang. Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya”.

Menteri meminta kepada para penerima PKH untuk memanfaatkan  bantuan tersebut untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil. “Kalau ibu  punya balita, uang PKH mohon dipakai untuk tambah gizi bayi balitanya, termasuk ibu hamilnya. Kita masih punya PR, ternyata di Indonesia kita harus meningkatkan gizi anak-anak kita. Maka perlu diperhatikan tingkat gizi anak balita dan ibu hamil. Supaya anak sehat dan cerdas”.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan “bahwa Kabupaten Sragen diantara 35 Kabupaten di Jawa Tengah, Sragen menjadi 15 daerah yang masuk zona kemiskinan. Angka kemiskinan di Sragen masih tinggi, di tahun 2016 masih 14,38 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional maupun provinsi”.

“Walaupun sudah mengalani penurunan yang cukup signifikan, dari tahun 2011 adalah 17,95 %, dan tahun 2016 menjadi 14,38 % tetapi masih tinggi dibanding daerah manapun, di Solo Raya saja hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan wonogiri’, ujarnya.

Kata Bupati, “Kami ucapkan terima kasih bantuan sosial program PKH ini sungguh dapat mengentaskan kemiskinan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sragen”.

*Wisuda KPM Mandiri*

Dalam kunjungan kerja ke Sragen tersebut, Mensos juga mewisuda keluarga penerima manfaat yang telah mandiri. Terdapat tujuh orang yang telah dinyatakan lulus dari program ini dan tidak lagi menerima bansos PKH.

Mereka adalah Sri Wahyuni yang kini telah memiliki usaha produksi batik, Rusminarsih yang kini memiliki usaha batik dan ternak kambing, Sumiarsih yang berjualan obat dan vitamin ternak, dan Suminah yang kini sukses menjalankan bisnis warung kelontong.

Kemudian Rinawati pemilik usaha air galon dan elpiji, Muji yang kini sukses menjadi pembuat minyak cendana, dan Suparti pemilik restoran bakso dan mie ayam.

“Dulu saya buruh membatik. Lalu dapat bantuan PKH. Alhamdulillah perlahan bisa nabung sedikit-sedikit untuk mencukupi keperluan keluarga dan usaha,” kata Rusminarsih.

Ibu tiga anak ini mengatakan salah satu faktor yang mendorong ia keluar dari kemiskinan adalah bimbingan dan motivasi dari Pendamping PKH.

“Pendamping PKH di tempat saya namanya Mba Hesti yang selalu memberi motivasi dan menyemangati. Alhamdulillah Bu Menteri, saya sudah nggak miskin lagi,” tambahnya.

Di hadapan para KPM PKH, Rusminarsih mengajak agar terus maju dan berjuang untuk masa depan keluarga dan anak-anak. Dengan usaha yang serius, tekun dan doa maka suatu saat KPM akan dapat terlepas dari kemiskinan.

“Kita harus malu menjadi miskin. Maka kita harus berjuang untuk mengubah nasib,” ujarnya bersemangat disambut tepuk tengan ratusan KPM.

Tampilan Semua Waktu
Tampilan Semua Waktu
377
Tampilan Hari Ini
Tampilan Hari Ini
1

One Comment

  • dr.Finn berkata:

    Alhamdulillah..
    Semangat PPKH Kabupaten Sragen.
    Kerja keras,kerja cerdas,kerja ikhlas demi ridho Allah melalui pengentasan kemiskinan dan menyehatkan & mencerdaskan anak bangsa..

Leave a Comment

*

*